Kamis, 10 September 2015

Maksud dan tujuan dari menata tempat tidur adalah

Membuat klien merasa nyaman
Mempercepat penyembuhan
Mencegah penyakit tambah parah
Memperkecil bahaya penularan

Dalam menata tempat tidur ada beberapa peralatan yg harus disiapkan

APD
Yg meliputi : - masker
         - sarung tangan lateks
Tempat tidur, kasur dan bantal
Alat – alat tenun yang disusun
: kain seprei,
  perlak, kain alas perlak,selimut dan sarung bantal


































Prosedur Penataan tempat tidur klien :
Untuk klien yang tidak dapat beranjak dari tempat tidur

Memberi tahu klien dan keluarga

Semua peralatan disediakan dalam kamar diatas meja,
termasuk keranjang  kosong untuk alat tenun yang
kotor jangan diletakan di lantai

Mencuci tangan
• memakai celemek
Memakai APD.
Bantal, guling dikeluarkan dan diletakkan di atas kursi
•selimut diangkat dan dimasukan kedalam keranjang kotor

buka sisi lipatan sprei bagian atas / bagian kepala kemudian dibawah bagian kaki begitu pula dg sisi kiri dan kanan seprei termasuk perlak dan kain alas perlak
dilepaskan dari selipan dibawah kasur.

Klien dimiringkan membelakangi pelaku dg tangan disilangkan diatas dada dan kaki kanan diatas kaki kiri

Seprei yang kotor, kain perlak dan alas perlak digulung ke
arah punggung klien.

Seprei yang bersih dipasang, letakkan lipatan
pertengahan seprei pada  kasur pastikan di bagian kepala, sisi seprei dapat diselipkan dengan baik.

pasangPerlak dan kain alas perlak yang bersih lakukan seperti memasang sprei
Klien dikembalikan ke posisi semula dan dimiringkan kembali
 gulung alat tenun yang kotor dan masukan kedalam keranjang
kotor
Klien dibaringkan terlentang kembali.

• masukan ujung sprei bagian atas kemudian bagian bawah kemudian buat sudut diagonal dimasing2 sudut kasur kemudian sisi kiri&kanan sprei termasuk perlak dan alas perlak diselipkan dibawah kasur

Sarung bantal dan guling diganti dengan yang bersih dan
Diletakkan dibawah kepala klien.

Selimut yang bersih dipasang dg cara pertengahan selimut dipasang diatas kaki kemudian buatlah lipatan agar kaki dapat digerakan kemudian selipkan dibawah kasur jika sudah rapih barulah selimuti klien

Melepaskan APD.
Mencuci tangan



d. Prosedur Penataan tempat tidur klien :
Untuk klien yang dapat beranjak dari tempat tidur :
Memberi tahu klien dan keluarga

Semua peralatan disediakan dalam kamar diatas meja,
kecuali keranjang kosong untuk alat tenun yang
kotor

Mencuci tangan
Memakai APD.
Bantal dan guling disingkirkan, ditaruh di atas kursi.
Alat tenun yang kotor dilepaskan, dimasukkan ke
Keranjang  kosong.
Kasur dibalikkan, bagian kepala berada di bagian kaki

Ambil seprei bersih, letakan lipatan pertengahan seprei
pada pertengahan kasur, buka seprei dan pastikan
bahwa pada bagian kepala sisi seprei harus dapat
diselipkan dengan baik barulah
bagian kaki. Ditarik dengan baik agar tidak ada lipatan.

Kain perlak dan kain alas diletakkan di atas seprei dengan
pertengahannya berada di pertengahan kasur.
• masukan ujung sprei bagian atas kemudian bagian bawah
Pada ke empat sudut seprei dibuat lipatan diagonal,
barulah diselipkan sisi kiri dan kanan sprei, lalu
dirapihkan.
Sarung bantal dan guling bersih dipasang dan
dikembalikan pada tempat semula.

Selimut yang bersih dipasang dengan cara pertengahan
selimut diletakkan di atas pertengahan kasur. Pada bagian kaki dibuat lipatan agar kaki dapat digerakkan, barulah selimut diselipkan di bawah kasur.

Melepaskan APD.
Mencuci tangan